(Menjelang) 24

Hari ini adalah hari Rabu, 16 Februari 2012. Tiga hari menjelang tepat sebulan sebelum ulang tahun saya yang ke-24. Baru saya sadari, telah dua tahun lewat sejak saya telah meraih gelar sarjana. Baru saya sadari, saya masih begini-begini saja. Belum ada pencapaian yang, menurut saya, memuaskan. Masih banyak keinginan saya yang belum terlaksana. Umur saya telah (hampir) menginjak angka 24, namun begitu banyak yang masih ingin saya raih. Begitu banyak yang harus saya lakukan. Begitu buta saya akan langkah yang harus diambil.

 

Kekasih saya, mengajarkan pada saya pada apa yang disebut dengan target. Misalnya, dia punya target harus mengantongi gelar S2. Saya pikir, ketika dia dulu menceritakan tentang cita dan mimpinya, itu hanya sekedar lewat di muka. Namun ternyata, di usianya yang menginjak hampir 25, ia telah mengantongi kursi program master di Universitas Indonesia.

Resolusi hidup yang terpecah ke dalam target-target hidup bukannya tidak pernah saya susun. Saya ingin ini, saya ingin itu. Saya ingin begini, saya juga ingin beginu. Namun dari sekian ini itu begini beginu, sedikit sekali kalau bukan tidak ada sama sekali dari target-target itu yang tercapai. Kesalahan terbesar saya, yang juga merupakan kesalahan terbesar dari sebagian besar orang lainnya, adalah mengira bahwa dengan menyusun resolusi dan target hidup, maka kita mengira telah melaksanakan sebagian dari usaha untuk mencapainya. Akibatnya, di akhir target, kita mencoret dengan rasa getir tiap target yang tidak tercapai.

 

Dalam sebuah artikel yang saya baca, ternyata salah satu cara jitu yang perlu kita lakukan agar resolusi yang kita buat itu tercapai adalah mudah saja: beritahu orang! Publikasikan kepada sebanyak mungkin orang yang ingin tahu atau sekiranya peduli tentang resolusi dan target hidup kita. Tujuannya adalah agar orang-orang yang mengetahui tentang resolusi hidup kita dapat berfungsi sebagai ‘pengingat’. Selain itu, kita sebagai penyusun dan tukang pamer resolusi akan merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk menepati tiap butir janji yang telah kita ucapkan.

 

Jadi, tiga hari menjelang tepat sebulan sebelum ulang tahun saya yang ke-24, setelah sekian lama tidak menulis, saya memberanikan diri untuk menjadi si penyusun dan tukang pamer resolusi. Saya menyadari bahwa ini cara nekat bagi saya untuk menjawab pertanyaan besar dalam hati saya, ‘So what’s next?

 

Saya ingin lebih. Saya ingin maju. Saya ingin lebih baik.

 

Dan saya akan kembali untuk pamer.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.